<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338</id><updated>2011-12-21T19:17:50.694-08:00</updated><title type='text'>Kajian Etika dan Filsafat  Komunikasi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-6043214496358035951</id><published>2007-11-23T22:42:00.000-08:00</published><updated>2007-11-23T23:03:43.684-08:00</updated><title type='text'>PEMIKIRAN-PEMIKIRAN FILSAFAT KOMUNIKASI</title><content type='html'>Materi – 6 : Heri Erlangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.                           Pemikiran Richard Lanigan&lt;br /&gt;Karyanya yang berjudul “Communication Models in Philosophy, Review and Commentary” membahas secara khusus “analisis filsafati mengenai komunikasi”.&lt;br /&gt;Mengatakan; bahwa filsafat sebagai disiplin biasanya dikategorikan menjadi sub-bidang utama menurut jenis justifikasinya yang dapat diakomodasikan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini :&lt;br /&gt;- Apa yang aku ketahui ?                             (What do I know ?)&lt;br /&gt;- Bagaimana aku mengetahuinya ?  (How do I know it ?)&lt;br /&gt;- Apakah aku yakin ?                          (Am I sure ?)&lt;br /&gt;- Apakah aku benar ?                         (Am I right ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan di atas berkaitan dengan penyelidikan sistematis studi terhadap :&lt;br /&gt;-          Metafisika;&lt;br /&gt;-          Epistemologi;&lt;br /&gt;-          Aksiologi; dan&lt;br /&gt;-          Logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metafisika; adalah suatu studi tentang sifat dan fungsi teori tentang realita. Hubungannya dengan teori komunikasi, metafisika berkaitan dengan hal-hal sbb :&lt;br /&gt;1)         Sifat manusia dan hubungannya secara kontekstual dan individual dengan realita dalam alam semesta;&lt;br /&gt;2)         Sifat dan fakta bagi tujuan, perilaku, penyebab, dan aturan;&lt;br /&gt;3)         Problem pilihan, khususnya kebebasan versus determinisme pada perilaku manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya metafisika bagi pembahasan filsafat komunikasi, dikutip pendapat Jujun S Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” mengatakan bahwa metafisika merupakan suatu kajian tentang hakikat keberadaan zat, hakikat pikiran, dan hakikat kaitan zat dengan pikiran.&lt;br /&gt;          Objek metafisika menurut Aristoteles, ada dua yakni :&lt;br /&gt;-          Ada sebagai yang ada; ilmu pengetahuan mengkaji yang ada itu dalam bentuk semurni-murninya, bahwa suatu benda itu sungguh-sungguh ada dalam arti kata tidak terkena perubahan, atau dapat diserapnya oleh panca indera. Metafisika disebut juga Ontologi.&lt;br /&gt;-          Ada sebagai yang iLLahi; keberadaan yang mutlak, yang tidak bergantung pada yang lain, yakni TUHAN (iLLahi berarti yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epistemologi; merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia (a branch of philosophy that investigates the origin, nature, methods and limits of human knowledge).&lt;br /&gt;Epistemologi berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan lebih fundamental lagi bersangkutan dengan kriteria bagi penilaian terhadap kebenaran dan kepalsuan, tepat apabila dihubungkan dengan metodologi.&lt;br /&gt;Metode; adalah tata cara dari suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang matang dan mapan, sistematik dan logis.&lt;br /&gt;Pada dasarnya metode ilmiah dilandasi :&lt;br /&gt;-          Kerangka pemikiran yang logis;&lt;br /&gt;-          Penjabaran hipotesis yang merupakan deduksi dan kerangka pemikiran;&lt;br /&gt;-          Verifikasi terhadap hipotesis untuk menguji kebenarannya secara faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujun S Suriasumantri, mengemukakan akronim metode ilmiah yang dikenal sebagai logicohypotetico verifikasi, kerangka pemikiran yang logis mengandung argumentasi yang dalam menjabarkan penjelasannya mengenai suatu gejala bersifat rasional.&lt;br /&gt;Lanigan, mengatakan bahwa dalam prosesnya yang progresif dari kognisi menuju afeksi yang selanjutnya menuju konasi, epistemology berpijak pada salah satu atau lebih teori kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal empat teori kebenaran, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1)    Teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.&lt;br /&gt;2)    Teori korespondensi; suatu pernyataan adalah benar jikalau materi yang terkena oleh persyaratan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan itu.&lt;br /&gt;3)    Teori pragmatik; suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksiologi; asas mengenai cara bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan yang secara epistemologis diperoleh dan disusun. Aksiologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti etika, estetika, atau agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan filsafat komunikasi, aksiologi adalah suatu kajian terhadap apa itu nilai-nilai manusiawi dan bagaimana cara melembagakannya atau mengekspresikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, pentingnya seorang komunikator untuk terlebih dahulu mempertimbangkan nilai (value judgement), apakah pesan yang akan dikomunikasikan etis atau tidak, estetis atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika; berkaitan dengan telaah terhadap asas-asas dan metode penalaran secara benar. Logika sangat penting dalam komunikasi, karena pemikiran harus dikomunikasikan, sebagai hasil dari proses berpikir logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemikiran Stephen LittleJOHN&lt;br /&gt;Materi – 7 : Heri Erlangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Penelaahan terhadap teori dan proses komunikasi dengan membagi menjadi tiga tahap dan empat tema :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tahap Metatheoritical;&lt;br /&gt;          Meta mempunyai beberapa pengertian :&lt;br /&gt;- Berubah dalam posisi (changed in position);&lt;br /&gt;- Di seberang, di luar atau melebihi (beyond);&lt;br /&gt;- Di luar pengertian dan pengalaman manusia (trancending);&lt;br /&gt;- Lebih tinggi (higher);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Teori menurut Wibur Schramm adalah “suatu perangkat pernyataan yang saling berkaitan pada abstraksi dengan kadar yang tinggi, dan daripadanya proposisi dapat dihasilkan yang dapat diuji secara ilmiah, dan pada landasannya dapat dilakukan prediksi mengenai tingkah laku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tahap Hipotetikal;&lt;br /&gt;          Adalah tahap teori di mana tampak gambaran realitas dan pembinaan kerangka kerja pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tahap Deskriptif;&lt;br /&gt;          Tahap ini meliputi pernyataan-pernyataan aktual mengenai kegiatan dan penemuan-penemuan yang berkaitan dengannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Tema dimaksud adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Tema Epistemology (pertanyaan mengenai pengetahuan);&lt;br /&gt;Adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LittleJOHN mengajukan pertanyaan : Dengan proses bagaimana timbulnya pengetahuan ?  terdapat empat posisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.          Mentalisme atau rasionalisme yang menyatakan bahwa pengetahuan timbul dari kekuatan pikiran manusia. Posisi ini menempatkan pada penalaran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.          Empirisme yang menyatakan bahwa pengetahuan muncul dalam persepsi. Melihat dunia apa yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.          Konstruksivisme yang menyatakan bahwa orang menciptakan pengetahuan agar berfungsi secara pragmatis dalam kehidupannya. Percaya bahwa fenomena di dunia dapat dikonsepsikan dengan berbagai cara, dimana pengetahuan berperan penting untuk merekayasa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.          Konstruksivisme sosial mengajarkan bahwa pengetahuan merupakan produk interaksi simbolik dalam kelompok sosial. Realitas dikonstruksikan secara sosial sebagai produk kehidupan kelompok dan kehidupan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Tema Ontology (pertanyaan mengenai eksistensi);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ontology adalah cabang filsafat mengenai sifat wujud (nature of being) atau sifat fenomena yang ingin kita ketahui, dalam sosiologi berkaitan dengan sifat interaksi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori komunikasi tampak berbagai posisi ontologis, tetapi dapat dikelompokan menjadi dua posisi yang saling berlawanan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Teori Aksional (actional theory);&lt;br /&gt;Bahwa orang menciptakan makna, mereka mempunyai tujuan,  mereka menentukan pilihan nyata. Berpijak pada landasan teleologis yang menyatakan bahwa orang mengambil keputusan yang dirancang untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Teori Non-aksional (nonactional theory);&lt;br /&gt;Bahwa perilaku pada dasarnya ditentukan oleh dan responsive terhadap tekanan-tekanan yang lalu. Tradisi ini dalil-dalil tertutup biasanya dipandang tepat, interpretasi aktif seseorang dilihat dengan sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Tema Perspective (pertanyaan mengenai focus);&lt;br /&gt;Suatu teori terdapat pada fokusnya. Perspektif berkorelasi dengan epistemology dan ontology disebabkan bagaimana teoritisi memandang pengetahuan dan bagaimana pengaruhnya terhadap perspektif teori. Teori komunikasi menyajikan perspektif khusus darimana prosesnya dapat dipandang.&lt;br /&gt;Suatu perspektif adalah sebuah titik pandang, suatu cara mengkonseptualisasikan sebuah bidang studi. Perspektif ini memandu seorang teoritikus dalam memilih apa yang akan dijadikan fokus dan apa yang akan ditinggalkan, bagaimana menerangkan prosesnya, dan bagaimana mengkonseptualisasikan apa yang diamati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat jenis yang dinilainya memadai dalam pembahasan perspektif, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perspektif Behavioristik (behavioristic perspective);&lt;br /&gt;Timbul dari psikologi mazhab perilaku atau behavioral, menekankan pada rangsangan dan tanggapan (stimulus dan response) yang cenderung menekankan pada cara bahwa orang dipengaruhi oleh pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          2. Perspektif Transmisional (transmissional perspective);&lt;br /&gt;Memandang komunikasi sebagai pengiriman informasi dari    sumber kepada penerima, menggunakan gerakan model linier dari suatu lokasi ke lokasi lain. Menekankan pada media komunikasi, waktu dan unsur-unsur konsekuensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Perspektif Interaksional (interactional perspective);&lt;br /&gt;Mengakui bahwa para pelaku komunikasi secara timbal balik menanggapi satu sama lain. Umpan balik dan efek bersama merupakan kunci konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Perspektif Transaksional (Transactional perspective);&lt;br /&gt;Menekankan kegiatan saling beri. Memandang komunikasi sesuatu di mana pesertanya terlibat secara aktif, menekankan konteks, proses dan fungsi. Komunikasi dipandang situasional dan sebagai proses dinamis yang memenuhi fungsi-fungsi individual dan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Tema Axiology (pertanyaan mengenai nilai).&lt;br /&gt;Cabang Filsafat yang mengkaji nilai-nilai. Bagi pakar komunikasi, ada tiga persoalan aksiologis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah Teori Bebas Nilai ?&lt;br /&gt;Ilmu klasik menganggap teori dan penelitian bebas nilai. Ilmu pengetahuan bersifat netral, berupaya memperoleh fakta sebagaimana tampak dalam dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada pendirian ilmu pengetahuan tidak bebas nilai, karena karya peneliti dipandu oleh suatu kepentingan dalam cara-cara tertentu dalam melaksanakan penyelidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cendikiawan berpendapat bahwa teori tidak pernah bebas nilai dalam metode dan substansinya. Para ilmuwan memilih apa yang akan dipelajari, dan pemilihan itu dipengaruhi oleh nilai-nilai baik personal maupun institusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sejauh mana pengaruh praktek penyelidikan terhadap obyek yang  dipelajari ?&lt;br /&gt;Titik pandang ilmiah menunjukan bahwa para ilmuwan melakukan pengamatan secara hati-hati, tetapi tanpa interferensi dengan tetap memelihara kemurnian pengamatan. Beberapa kritisi tetap berpendapat bahwa teori dan pengetahuan mempengaruhi kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          3. Sejauh mana ilmu berupaya mencapai perubahan sosial ?&lt;br /&gt;Apakah para ilmuwan akan tetap objektif atau akan berupaya membantu perubahan sosial dengan cara-cara yang positif ? Peranan ilmuwan adalah menghasilkan ilmu, sarjana bertanggungjawab berkewajiban mengembangkan perubahan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara keseluruhan, persoalan aksiologis ini terdapat dua posisi umum, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Ilmu yang sadar nilai (value-conscious) mengakui pentingnya nilai bagi penelitian dan teori secara bersama berupaya untuk mengarahkan nilai-nilai kepada tujuan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Ilmu yang bernilai netral (value-neutral) percaya bahwa ilmu menjauhkan diri dari nilai-nilai, dan bahwa para cendikiawan mengontrol efek nilai-nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemikiran Whitney R. Mundt&lt;br /&gt;Materi – 8 : Heri Erlangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pemikiran yang lain, dalam karyanya ”Global Media Philosophies” menjelaskan keterpautan pemerintah dengan jurnalistik di mana keseimbangan kekuatan selalu bergeser. Pertanyaannya, dimana garis pemisah antara kebebasan dan pengawasan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut MUNDT ;&lt;br /&gt;- Dalam teori authoritarian pers adalah pelayan negara.&lt;br /&gt;Peranannya tidak usah dipertanyakan, karena merupakan filsafat kekuasaan mutlak dari pemerintah suatu kerajaan.&lt;br /&gt;Perintisnya adalah Hobbes, Hegel dan Machiavelli.&lt;br /&gt;Negara-negara contohnya adalah Iran, Paraguay dan Nigeria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Teori libertarian, media tidak bisa tunduk kepada pemerintah, tetapi harus bebas otonom, bebas untuk menyatakan ideanya tanpa rasa takut diintervensi pemerintah.&lt;br /&gt;Perintisnya adalah Locke, Milton dan Adam Smith.&lt;br /&gt;Negara-negara contohnya adalah AS, Jepang dan Jerman Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Teori Social Responsibility, merupakan modifikasi atau perkembangan dari teori libertarian, tetapi berbeda dengan akarnya; fungsi pers adalah sebagai media untuk mendiskusikan konflik. Perbedaan lainnya ialah pers tanggungjawab sosial diawasi oleh opini komunitas, kegiatan konsumen dan etika profesional.&lt;br /&gt;Beberapa negara cenderung menganut teori ini, termasuk AS.&lt;br /&gt;- Teori Soviet Communist dikatakan bahwa pers Uni Soviet melayani partai yang sedang berkuasa dan dimiliki oleh negara.&lt;br /&gt;Orang-orang soviet mengatakan bahwa persnya bebas untuk menyatakan kebenaran, sedangkan pers dengan apa yang dinamakan sistem liberal dikontrol oleh kepentingan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan Filsafat PERS, Lowenstein tetap berpegang pada istilah  authoritarian dan libertarian.&lt;br /&gt;Jelasnya dibawah ini adalah tipologi Lowenstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikian PERS :&lt;br /&gt;1.     Kepemilikan Pribadi – Dimiliki oleh perorangan atau lembaga non-pemerintah; dibiayai terutama oleh periklanan ddan langganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Kepemilikan Partai Politik – Dimiliki oleh partai politik, disubsidi oleh partai atau anggota partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Kepemilikan Pemerintah – Dimiliki oleh pemerintah atau partai pemerintah yang dominan, disubsidi terutama oleh dana pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat PERS  :&lt;br /&gt;1.     Otoritarian – Dengan lisensi dan sensor pemerintah untuk menekan kritik dan dengan demikian memelihara kekuasaan kaum elite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Sosial-otoritarian – Dimiliki oleh pemerintah atau partai pemerintah untuk melengkapi pers guna mencapai tujuan ekonomi nasional dan tujuan filsafati.&lt;br /&gt;3.     Libertarian – Ketiadaan pengawasan pemerintah (kecuali undang-undang tentang fitnah dan cabul), untuk menjamin pemasaran gagasan secara bebas (free market place of ideas) dan pengoperasian proses tegakkan diri (selfrighting process).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     Sosial Libertarian – Pengawasan pemerintah secara minimal untuk menyumbat saluran-saluran komunikasi dan untuk menjamin semangat operasional dari filsafat libertarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.     Sosial Sentralis – Kepemilikan pemerintah atau lembaga umum dengan saluran komunikasi terbatas untuk menjamin semangat operasional dan filsafat libertarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nilai Logika, Etika dan Estetika dalam Komunikasi&lt;br /&gt;Bagan Hubungan Logika, Etika dan Estetika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                Dasar            Tujuan              Nilai           Hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     LOGIKA             Pikiran              Kebenaran        Benar/Salah         IPTEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILSAFAT    ETIKA                Kehendak        Kecocokan        Baik/Buruk    Keserasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     ESTETIKA         Perasaan          Keindahan        Indah/Jelek    Kesenian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan mengenai nilai inti yang tercakup oleh filsafat komunikasi adalah, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Logika;&lt;br /&gt;Logika berkaitan dengan penelaahan terhadap asas-asas dan metode penalaran secara benar (deals with the study of the principles and methods of correct reasoning). Bahwa logika teramat penting dalam proses komunikasi, jelas karena suatu pemikiran harus dikomunikasikan kepada orang lain, dan yang dikomunikasikan itu harus merupakan putusan sebagai hasil dari proses berpikir logis (yang berarti mengadakan seleksi diantara fakta dan opini, untuk kemudian menyusunnya menjadi suatu kesatuan yang utuh, tidak bertentangan dengan satu sama lain).&lt;br /&gt;M. Sommer dalam bukunya  “Logika” mengatakan bahwa kalau seseorang hendak bicara atau menulis dengan tepat, ia harus memperhatikan hukum-hukum gramatika. Dan jika hendak berpikir tepat, harus memperhatikan hukum-hukum logika.&lt;br /&gt;Logika oleh Summer didefinisikan sebagai “ilmu pengetahuan tentang karya-karya akal budi untuk melakukan pembimbingan menuju kebenaran”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-6043214496358035951?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/6043214496358035951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=6043214496358035951' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/6043214496358035951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/6043214496358035951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/11/pemikiran-pemikiran-filsafat-komunikasi.html' title='PEMIKIRAN-PEMIKIRAN FILSAFAT KOMUNIKASI'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-8978257500262359670</id><published>2007-09-29T19:58:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T19:59:52.590-07:00</updated><title type='text'>Evasi Komunikasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hambatan komunikasi pada umumnya mempunyai 2 sifat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Hambatan Obyektif;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Gangguan dan halangan terhadap jalannya komunikasi yang tidak disengaja, dibuat oleh pihak lain, tapi mungkin disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Misal: Gangguan cuaca, gangguan lalu-lintas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hambatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Objektif juga bisa disebabkan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm; font-family: arial; text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemampuan komunikasi yang kurang baik;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Approach/Pendekatan penyajian kurang baik;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Timing tidak cocok;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penggunaan media yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. &lt;b style=""&gt;Hambatan Subyektif&lt;/b&gt;;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sengaja dibuat oleh orang lain. Disebabkan karena adanya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm; font-family: arial; text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertentangan kepentingan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prejudice;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tamak;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Iri hati;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apatisme, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;EVASION&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;OF COMMUNICATION :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm; font-family: arial; text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Gejala mencemooh&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;dan mengelakan suatu komunikasi untuk mendeskreditkan atau      menyesatkan pesan komunikasi”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm; font-family: arial; text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mencacatkan Pesan Komunikasi &lt;b style=""&gt;(Message made invalid);&lt;/b&gt; Kebiasaan mencacatkan pesan komunikasi      dengan menambah-nambah pesan yang negatif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengubah Kerangka Referensi &lt;b style=""&gt;(Changing frame of reference),&lt;/b&gt;Kebiasaan mengubah kerangka      referensi menunjukkan seseorang yang menanggapi komunikasi dengan diukur      oleh kerangka referensi sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-8978257500262359670?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/8978257500262359670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=8978257500262359670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/8978257500262359670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/8978257500262359670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/evasi-komunikasi.html' title='Evasi Komunikasi'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-4655565597553592951</id><published>2007-09-29T19:52:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T19:58:33.966-07:00</updated><title type='text'>Faktor-Faktor Penunjang Komunikasi Efektif</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa Komunikasi Kita Pelajari dan Teliti ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawabannya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena Kita Ingin Mengetahui Bagaimana Efek Suatu Jenis Komunikasi kepada Seseorang.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;WILBUR Schramm, menampilkan apa yang disebut &lt;i&gt;“the condition of success in communication”,&lt;/i&gt; yakni kondisi yang harus dipenuhi jika kita menginginkan agar suatu pesan membangkitkan tanggapan yang kita kehendaki, dengan memperhatikan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;Pesan harus dirancang dan disampaikan&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;sehingga menarik.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman antara komunikator dan komunikan, sehingga dimengerti.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan komunikan.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;1. FAKTOR KOMPONEN KOMUNIKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Para Ahli Komunikasi meneliti sedalam-dalamnya tujuan&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Komunikan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b.&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mengapa &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;“Know Your Audience”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; merupakan ketentuan utama dalam komunikasi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Sebabnya ialah karena penting mengetahui :&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Timing yang tepat untuk suatu pesan;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Bahasa yang harus dipergunakan agar pesan dapat dimengerti;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Sikap dan nilai yang harus ditampilkan agar efektif;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Jenis kelompok dimana komunikasi akan dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Komunikan dapat dan akan menerima sebuah pesan hanya kalau terdapat empat kondisi berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;Dapat dan Benar-benar Mengerti Pesan Komunikasi;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;Pada Saat Mengambil Keputusan, Sadar Sesuai dengan Tujuannya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;Pada Saat Mengambil Keputusan, Sadar Keputusannya Bersangkutan dengan Kepentingan Pribadinya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;Mampu menepatinya baik secara mental maupun fisik.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;2. FAKTOR KOMPONEN KOMUNIKATOR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dua Faktor Penting pada diri Komunikator:&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;Kepercayaan pada Komunikator (Source Credibility);&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hasrat seseorang untuk memperoleh suatu pernyataan yang benar. Kualitas komunikasinya sesuai dengan kualitas sampai dimana ia memperoleh kepercayaan dari komunikan. Kepercayaan ditentukan oleh Keahliannya dan dapat dipercaya. Karena kepercayaan yang besar dapat merubah sikap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Daya Tarik Komunikator (Source Attractiveness);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasrat seseorang untuk menyamakan dirinya dengan komunikator. Komunikator akan sukses dalam komunikasinya, bila berhasil memikat perhatian komunikan. Sehingga akan mempunyai kemampuan melakukan perubahan sikap melalui mekanisme daya tarik. Komunikan menyenangi komunikator, apabila merasa adanya kesamaan khususnya kesamaan ideologi yang lebih penting daripada kesamaan demografi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang komunikator akan sukses dalam komunikasinya. Kalau menyesuaikan komunikasinya dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“the image”&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari komunikan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;n&lt;/span&gt;Memahami kepentingannya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;/span&gt;-Kebutuhannya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;/span&gt;-Kecakapannya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;-&lt;/span&gt;Pengalamannya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;-&lt;/span&gt;Kemampuan berpikirnya;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;-&lt;/span&gt;Kesulitannya; dsb&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Singkatnya, Komunikator harus dapat menjaga kesemestaan alam mental yang terdapat pada komunikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Prof. Hartley, menyebutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“the image of other”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3. HAMBATAN KOMUNIKASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ahli Komunikasi menyatakan; tidaklah mungkin seseorang melakukan komunikasi yang sebenarnya efektif, karena ada banyak hambatan yang harus menjadi perhatian, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Gangguan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;- &lt;i&gt;Mekanik (Mechanical&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;channel noise);&lt;/i&gt; Gangguan yang disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Semantik (Semantic noise);&lt;/i&gt; Gangguan yang bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Karena melalui penggunaan bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semantik adalah pengetahuan mengenai pengertian kata-kata yang sebenarnya atau perubahan pengertian kata-kata. Lambang kata yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sama mempunyai pengertian yang berbeda untuk orang-orang yang berlainan, terjadi salah pengertian &lt;b style=""&gt;Denotatif&lt;/b&gt; (arti yang sebenarnya dari kamus yang diterima secara umum)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;b style=""&gt; Konotatif&lt;/b&gt; (arti yang bersifat emosional latar belakang dan pengalaman seseorang).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;b. Kepentingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Interest&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau kepentingan akan membuat seorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan. Orang akan memperhatikan perangsang yang ada hubungannya dengan kepentingannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c&lt;b style=""&gt;. Motivasi Terpendam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Motivasi akan mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu yang sesuai benar dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya. Intensitasnya akan berbeda atas tanggapan seseorang terhadap suatu komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;d. Prasangka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Prejudice&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; atau prasangka merupakan rintangan atau hambatan berat bagi kegiatan komunikasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-4655565597553592951?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/4655565597553592951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=4655565597553592951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/4655565597553592951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/4655565597553592951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/faktor-faktor-penunjang-komunikasi.html' title='Faktor-Faktor Penunjang Komunikasi Efektif'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-1392285550709604081</id><published>2007-09-29T19:51:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T19:52:33.962-07:00</updated><title type='text'>Proses Komunikasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimana tekniknya agar komunikasi yang dilancarkan seseorang komunikator berlangsung efektif, dalam prosesnya dapat ditinjau dari dua perspektif :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;Proses Komunikasi dalam Perspektif Psikologis;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam perspektif ini terjadi pada diri komunikator dan komunikan, terjadinya suatu proses komunikasi (isi pesan berupa pikiran dan lambang umumnya bahasa).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Walter Lippman&lt;/b&gt; menyebut isi pesan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“picture in our head”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; sedangkan &lt;b style=""&gt;Walter Hagemann&lt;/b&gt; menamakannya &lt;b style=""&gt;“das Bewustseininhalte”&lt;/b&gt;. Proses &lt;b style=""&gt;‘mengemas’&lt;/b&gt; atau &lt;b style=""&gt;‘membungkus’&lt;/b&gt; pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator, yang dinamakan &lt;b style=""&gt;‘encoding’&lt;/b&gt;. Sedangkan proses dalam diri komunikan disebut &lt;b style=""&gt;‘decoding’ &lt;/b&gt;(seolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses ini berlangsung ketika komunikator mengoperkan atau “melemparkan” dengan bibir kalau lisan, atau dengan tangan kalau tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penangkapan pesan itu dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera mata, atau indera-indera lainnya. Adakalanya komunikasi tersebar dalam jumlah relatif banyak, sehingga untuk menjangkaunya diperlukan suatu media atau sarana, dalam situasi ini dinamakan komunikasi massa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-1392285550709604081?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/1392285550709604081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=1392285550709604081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/1392285550709604081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/1392285550709604081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/proses-komunikasi.html' title='Proses Komunikasi'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-7108655549196944382</id><published>2007-09-29T19:50:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T19:51:38.932-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi..Pengertian dan Hakikatnya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dewasa ini Ilmu Komunikasi dianggap sangat penting, Mengapa…???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•Sehubungan dengan dampak sosial yang menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kendala bagi kemaslahatan umat manusia akibat perkembangan teknologi….&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena Apa…? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alasan, bahwa :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Ilmu Komunikasi, apabila diaplikasikan secara benar akan mampu mencegah dan menghilangkan konflik antarpribadi, antarkelompok, antarsuku, antarbangsa, dan antarras, membina kesatuan dan persatuan umat manusia penghuni bumi.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Pentingnya studi komunikasi karena permasalahan-permasalahan yang timbul akibat komunikasi (akibat perbedaan-perbedaan diantara manusia yang banyak dalam pikirannya, perasaannya, kebutuhannya, keinginannya, sifatnya, tabiatnya, pandangan hidupnya, kepercayaannya, aspirasinya, dsb.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hakikat Komunikasi, adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Proses pernyataan antarmanusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Tegasnya; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Komunikasi berarti penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan, jika dianalisis pesan komunikasi terdiri dari dua aspek:&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;–Pertama, Isi Pesan (the content of the massage);&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;–Kedua, Lambang (symbol);&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;–Konkritnya Isi Pesan itu adalah Pikiran atau Perasaan, Lambang adalah Bahasa.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semakin peliknya antar manusia dan semakin pentingnya studi terhadap komunikasi, disebabkan Teknologi (khususnya teknologi komunikasi yang semakin canggih).&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Mengapa harus serius untuk dipelajari, Karena;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Jika seseorang &lt;b style=""&gt;‘Salah Komunikasinya’ (miscommunication),&lt;/b&gt; maka orang yang dijadikan sasaran mengalami; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;‘Salah Persepsi’ &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;(misperception&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;, yang gilirannya; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;‘Salah Interpretasi’&lt;b style=""&gt; &lt;i&gt;(misinterpretation)&lt;/i&gt;, &lt;/b&gt;berikutnya; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;‘Salah Pengertian’ &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;(misunderstanding)&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Dalam hal tertentu menimbulkan;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;‘Salah Perilaku &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;(misbehavior)&lt;/i&gt;,&lt;/b&gt; dapat dibayangkan apabila komunikasinya berlangsung skala nasional atau internasional, bisa fatal. &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Apa sebenarnya Komunikasi itu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-indent: -9pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;Secara etimologis dari perkataan latin “communicatio”, istilah ini bersumber dari perkataan “communis” artinya ‘sama’, maksudnya ‘sama makna atau sama arti’. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-indent: -9pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;Jika terjadi kesamaan makna antar kedua aktor komunikasi, maka komunikasi tidak terjadi, rumusan lain ‘situasi tidak komunikatif’.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-7108655549196944382?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/7108655549196944382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=7108655549196944382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/7108655549196944382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/7108655549196944382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/komunikasipengertian-dan-hakikatnya.html' title='Komunikasi..Pengertian dan Hakikatnya'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-7670755484252411096</id><published>2007-09-29T19:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T20:05:07.008-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Filsafat Komunikasi</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;FILSAFAT KOMUNIKASI adalah “SUATU DISIPLIN YANG MENELAAH PEMAHAMAN SECARA FUNDAMENTAL, METODOLOGIS, SISTEMATIS, ANALITIS KRITIS, DAN HOLISTIS TEORI DARI PROSES KOMUNIKASI YANG MELIPUTI SEGALA DIMENSI”, Menurut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bidangnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sifatnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tatanannya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fungsinya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tekniknya; dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metodenya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="margin-left: 0cm; text-indent: 0cm; text-align: justify;"&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt; &lt;!--[if !supportLists]--&gt; &lt;!--[if !supportLists]--&gt; &lt;!--[if !supportLists]--&gt; &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuan Komunikasi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. Mengubah Sikap&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(to change the attitude)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. Mengubah Opinin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(to change the opinion)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. Mengubah Perilaku&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(to change the behavior)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. Mengubah Masyarakat&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;(to change the society)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fungsi Komunikasi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. Menginformasikan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(to inform)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. Mendidik&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(to educate)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. Menghibur&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(to entertain)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. Mempengaruhi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;(to influence)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teknik Komunikasi :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a. Komunikasi Informatif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b. Komunikasi      Persuasif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. Komunikasi      Pervasif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d.Komunikasi      Koersif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;e. Komunikasi      Instruktif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-7670755484252411096?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/7670755484252411096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=7670755484252411096' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/7670755484252411096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/7670755484252411096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/hakikat-filsafat-komunikasi.html' title='Hakikat Filsafat Komunikasi'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-5651164186732930829</id><published>2007-09-29T19:39:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T19:44:48.567-07:00</updated><title type='text'>Etika, Nilai dan Norma</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Dua Macam Etika yang Berkaitan Dengan Nilai dan Norma&lt;/b&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; Etika Deskriptif;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; Etika Normatif;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia, atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia, dan apa tindakan yang seharusnya diambil untuk mencapai apa yang bernilai dalam hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika Normatif berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia, serta memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Ia menghimbau manusia untuk bertindak yang baik dan menghindari yang jelek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i&gt;Bedanya dari kedua macam etika :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Etika Deskriptif&lt;/i&gt; memberi fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau diambil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan &lt;i&gt;Etika Normatif&lt;/i&gt; memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jadi dapat dikatakan bahwa etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul  style="margin-top: 0cm;font-family:arial;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil      keputusan tentang tindakan apa yang mau kita lakukan dalam situasi      tertentu dalam hidup kita sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;ul  style="margin-top: 0cm;font-family:arial;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika membantu kita untuk membuat pilihan, pilihan      nilai yang terjelma dalam sikap dan perilaku kita yang sangat mewarnai dan      menentukan makna kehidupan kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-5651164186732930829?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/5651164186732930829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=5651164186732930829' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/5651164186732930829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/5651164186732930829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/etika-nilai-dan-norma.html' title='Etika, Nilai dan Norma'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718740618592338.post-1274545489170244747</id><published>2007-09-29T19:24:00.000-07:00</published><updated>2007-09-29T20:06:40.113-07:00</updated><title type='text'>Pengantar dan Pengertian Etika</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teori-teori Etika yang akan dibahas dapat menentukan sikap setiap pelaku komunikasi dalam mengambil tindakannya. Diharapkan dengan memahami beberapa teori etika ini setiap pelaku komunikasi bisa mengambil sikapnya sendiri berdasarkan teori-teori etika, dan sebaliknya kita pun bisa memahami mengapa seseorang bertindak &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;begitu atau begini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pengertian Etika&lt;/b&gt; :&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul  style="margin-top: 0cm; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;ETIKA&lt;/b&gt;      berasal dari bahasa &lt;b style=""&gt;Yunani&lt;/b&gt;      yaitu &lt;b style=""&gt;“ETHOS”&lt;/b&gt; yang memiliki      arti kebiasaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Istilah Moral dan Etika sering diperlakukan sebagai      dua istilah yang sinonim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan adanya suatu nuansa      dalam konsep dan pengertian moral dan etika :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Moral/Moralitas biasanya dikaitkan dengan system      nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk :Petuah-petuah, nasihat, wejangan, peraturan, perintah dan semacamnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul  style="margin-top: 0cm; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berbeda dengan moralitas, etika perlu dipahami      sebagai sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma      moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul  style="margin-top: 0cm; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang      atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha      untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri      serta seluruh hidupnya. Norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan      tindakan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai cabang filsafat, Etika sangat menekankan      pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral      tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan      nilai dan norma-norma itu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul  style="margin-top: 0cm; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional      mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap      dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai      kelompok&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan demikian, sebagaimana dikatakan oleh &lt;b style=""&gt;Magnis Suseno&lt;/b&gt;, Etika adalah sebuah ilmun dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru melakukan refleksi kritis atau norma atau ajaran moral tertentu. Atau kita bisa juga mengatakan bahwa moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkan etika adalah perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu.Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini. Tetapi bedanya, moralitas langsung mengatakan kepada kita : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;“Inilah caranya Anda harus melangkah&lt;/b&gt;”, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan etika justru mempersoalkan: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;“Apakah saya harus melangkah dengan cara itu” ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena Etika adalah refleksi kritis terhadap moralitas, maka etika tidak bermaksud untuk membuat orang bertindak sesuai dengan moralitas begitu saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Etika memang pada akhirnya menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas, tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas (nenek moyang, orang tua, guru), melainkan karena ia sendiri tahu bahwa hal itu memang baik baginya. Sadar secara kritis dan rasional bahwa ia memang sudah sepantasnya bertindak seperti itu.Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara &lt;b style=""&gt;otonom&lt;/b&gt; dan bukan &lt;b style=""&gt;heteronom&lt;/b&gt;.Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan karena setiap tindakannya selalu lahir dari keputusan pribadi yang bebas dengan selalu bersedia untuk mempertanggungjawabkan tindakannya itu karena memang ada alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang kuat mengapa ia bertindak begitu atau begini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718740618592338-1274545489170244747?l=etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/feeds/1274545489170244747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718740618592338&amp;postID=1274545489170244747' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/1274545489170244747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718740618592338/posts/default/1274545489170244747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/engantar-dan-pengertian-etika.html' title='Pengantar dan Pengertian Etika'/><author><name>Herry Erlangga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08247110185191015967</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
